azizi's profileAzizi AhmadPhotosBlogListsMore ![]() | Help |
|
Public folders ![]() Animals
![]() Assessment
![]() Benazir's Palace
![]() Cartos 1
![]() Cartos 2
![]() Cartos 3
![]() Cartos 4
![]() Cartos Animated Gif
![]() Cartos Insects
![]() Feet
![]() Good Morning Animated
![]() Great Sayings
![]() July 28
![]() Kursus Pembangunan Staf IPBA 2008
![]() Look! It's The Prime MinistZZzzz...ZZZ Again !!!
![]() Master Facilitator ~ INTEL Teach To The Future 2007
![]() Mesyuarat Penyelarasan IPGOUM HBEF3203
![]() November 30
![]() October 15
![]() October 24
![]() Palestins
![]() Public
![]() Roses
![]() Shoe Laces
|
Azizi AhmadJuly 03 Wanita ubahlah gaya, usah bawa beg tangan
"Hajah Wani" <mbwnwz@yahoo.com> Renungan - Keutamaan dan Amalan di Bulan RajabKeutamaan dan Amalan di Bulan Rajab Rasulullah saw bersabda: “Bulan Rajab adalah bulan Allah Yang Maha Agung, tidak ada bulan yang menandingi kemuliaan dan keutamaannya. Di dalamnya diharamkan berperang dengan orang-orang kafir, karena bulan Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan ummatku. Barangsiapa yang berpuasa sehari di dalamnya wajib baginya memperoleh ridha Allah, dijauhkan dari murkanya, dan diselamatkan dari semua pintu neraka.” (Mafatihul Jinan 132). Rasulullah saw bersabda: “Bulan Rajab adalah bulan untuk memohon pengampunan bagi ummatku. Maka hendaknya mereka memperbanyaklah istighfar di dalamnya.” (Mafatihul Jinan).
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang berpuasa satu hari di akhir bulan Rajab, ia akan diselamatkan dari siksaan yang berat sakratul maut dan azab kubur. Barangsiapa yang berpuasa dua hari di akhir bulan ini, ia akan diselamatkan di shirathal mustaqim. Dan barangsiapa yang yang berpuasa tiga hari di akhir bulan ini, ia akan diselamatkan pada hari kiamat, hari paling menakutkan. (Mafatihul Jinan).
Di antara keutamaan bulan Rajab di dalam terdapat malam-malam Biydh (malam ke 13, 14, dan 15), dan Nishfu Rajab. Di dalamnya ada doa dan amalan yang istimewa. Di bulan Rajab juga ada malam yang sangat utama yaitu malam Raghaib. Apa malam Raghaib itu? Malam Raghaib adalah malam Ju m’at pertama di bulan Rajab.
Tentang keutamaan malam Raghaib, Rasulullah saw bersabda: “Bulan Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan ummatku. Barangsiapa yang berpuasa penuh di bulan Rajab, Allah mewajibkan baginya tiga hal: Pengampunan semua dosa yang lalu, penjagaan terhadap sisa umurnya, keamanan dari kehausan pada hari kiamat.” Kemudian salah seorang yang sangat tua berdiri dan berkata: Ya Rasulallah, aku sudah lemah tidak mampu berpuasa sebulan penuh. Rasulullah saw bersabda: “Berpuasalah pada hari pertama, hari pertengahan dan hari terakhir, kebaikan satu hari berbanding sepuluh hari, sehingga kamu akan memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa sebulan penuh.” Selanjutnya Rasulullah saw bersabda: “Tetapi janganlah kalian lupa malam Ju m’at yang pertama di bulan Rajab, karena sesungguhnya malam itu adalah malam yang oleh para malaikat dinamakan malam Raghaib. Setelah berlalu sepertiga malam, di malam itu, seluruh malaikat langit dan malaikat bumi berkumpul di Ka’bah dan sekitarnya, Allah datang kepada mereka dan berfirman: “Wahai para malaikat-Ku, mintalah kepadaku apa yang kalian inginkan.” Para malaikat menjawab: Hajatku pada-Mu wahai Tuhanku adalah ampunilah orang-orang yang berpuasa di bulan Rajab. Allah Azza wa Jalla menjawab: “Aku telah melakukannya.” (Al-Wasail 8: 98).
Amalan di bulan Rajab ada yang bersifat khusus dan ada yang bersifat umum. Amalan yang khusus artinya amalan yang dilakukan pada malam atau hari tertentu di bulan Rajab. Amalan yang bersifat umum artinya amalan yang dilakukan pada malam dan hari kapan saja di bulan Rajab.
Amalan dan doa yang bersifat umum Amalan dan doa yang sifatnya umum banyak sekali yang diajarkan oleh Rasulullah saw dan keluarga sucinya (sa), antara lain: 1. Memperbanyak membaca istighfar: Astaghfirullaha wa atubu ilayh. 2.. Dalam suatu riwayat disebutkan: “Barangsiapa yang tidak mampu berpuasa, maka hendaknya membaca tasbih 100 kali setiap hari, agar memperoleh pahala puasa di dalamnya. Tasbihnya sebagai berikut:
سُبْحَانَ الاِْلهِ الْجَليلِ، سُبْحَانَ مَنْ لاَ يَنْبَغِي التَّسْبِيحُ إِلاّ لَهُ، سُبْحَانَ اْلأَعَزِّ اْلاَكْرَمِ، سُبْحَانَ مَنْ لَبِسَ الْعِزَّ وَهُوَ لَهُ اَهْلٌ . Subhânal ilâhil jalîl, subhânaman lâ yanbaghit tasbîhu illâ lahu, subhânal a’azzil akram, subhâna man labisal ‘izza wa huwa lahu ahlun.
Mahasuci Tuhan Yang Maha Agung, Mahasuci yang tak layak ditasbih kecuali Dia, Mahasuci Yang Maha Agung dan Maha Mulia, Mahasuci Yang Memakai pakaian keagungan dan hanya Dia yang layak memilikinya.
3. Membaca doa:
اَللّهُمَّ اِنّي اَساَلُكَ صَبْرَ الشّاكِرينَ لَكَ، وَعَمَلَ الْخائِفينَ مِنْك، وَيَقينَ الْعابِدينَ لَكَ، اَللّهُمَّ اَنْتَ الْعَلِيُّ الْعَظيمُ، وَاَنَا عَبْدُكَ الْبائِسُ الْفَقيرُ، اَنْتَ الْغَنِيُّ الْحَميدُ، وَاَنَا الْعَبْدُ الذَّليل، اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى مُحَمَّد وَآلِهِ وَاْمْنُنْ بِغِناكَ عَلى فَقْري، وَبِحِلْمِكَ عَلى جَهْلي، وَبِقُوَّتِكَ عَلى ضَعْفي، ! يا قَوِيُّ يا عَزيزُ، اَللّـهُمَّ صَلِّ عَلى مُحَمَّد وَآلِهِ الاْوصياءِ الْمَرْضِيِّينَ، وَاكْفِني ما اَهَمَّني مِنْ اَمْرِ الدُّنْيا وَالاخِرَةِ يا اَرْحَمَ الرّاحِمينَ . Allâhumma innî as-aluka shabrasy syâkirîna laka, wa ‘amalal khâifîna minka, wa yaqînal ‘abidîna laka. Allâhumma Antal ‘aliyyul ‘azhîm wa ana ‘abdukal bâisul faqîr, Antal Ghaniyyul hamîd wa anal ‘abdudzdzalîl. Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âlihi, wamnun bighinâka ‘alâ faqrî, wa bihilmika ‘alâ jahlî, wa biquwwatika ‘alâ dha’fî, yâ Qawiyyu yâ ‘Azîz. Allâhumma shali ‘alâ Muhammadin wa âlihil awshiyail mardhiyyîn, wakfinî mâ ahammanî min amrid dun-yâ wal âkhirah yâ Arhamar râhimîn.
Ya Allah, aku memohon kesabaran orang-orang yang bersyukur pada-Mu, amal orang-orang takut pada-Mu, dan keyakinan orang-orang yang beribadah pada-Mu. Ya Allah, Engkau Maha Mulia dan Maha Agung, sementara aku adalah hamba-Mu yang sengsara dan fakir. Engkau Maha kaya dan Maha Terpuji, sementara aku adalah hamba-Mu yang hina. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, karuniakan kekayaan-Mu pada kefakiranku, santun-Mu pada kejahilanku, kekuatan-Mu pada kelemahanku wahai Yang Maha Kuat dan Maha Mulia. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya para washinya yang diridhai oleh Allah, cukupi daku apa yang kuinginkan dalam urusan dunia dan akhirat wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi.
3. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca istighfar berikut di bulan Rajab sebanyak 100 kali dan mengakhirinya dengan bersedekah, Allah akan mengakhirinya dengan rahmat dan ampunan-Nya. Dan barangsiapa yang membacanya 400 kali, Allah mencatat pahala baginya seperti pahala 100 orang yang mati syahid:
اَسْتَغْفِرُ اللهَ لا اِلهَ إِلاّ هُوَ وَحْدَهُ لا شَريكَ لَهُ وَاَتُوبُ اِلَيْهِ Astaghfirullâha lâilâha illâ huwa lâ syarîka lahu wa atûbu ilayh. Aku mohon ampun kepada Allah, tiada Tuhan kecuali Dia Yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bertaubat kepada-Nya.
4. Membaca doa berikut setiap sesudah shalat fardhu:
يا مَنْ اَرْجُوهُ لِكُلِّ خَيْر، وَآمَنَ سَخَطَهُ عِنْدَ كُلِّ شَرٍّ، يا مَنْ يُعْطِي الْكَثيرَ بِالْقَليلِ، يا مَنْ يُعْطي مَنْ سَأَلَهُ يا مَنْ يُعْطي مَنْ لَمْ يَسْأَلْهُ وَمَنْ لَمْ يَعْرِفْهُ تَحَنُّناً مِنْهُ وَرَحْمَةً، اَعْطِني بِمَسْأَلَتي اِيّاكَ جَميعَ خَيْرِ الدُّنْيا وَجَميعَ خَيْرِ الاْخِرَةِ، وَاصْرِفْ عَنّي بِمَسْأَلَتي اِيّاكَ جَميعَ شَرِّ الدُّنْي! ا وَشَرِّ الاْخِرَةِ، فَاِنَّهُ غَيْرُ مَنْقُوص ما اَعْطَيْتَ، وَزِدْني مِنْ فَضْلِكَ يا كَريمُ.
Yâ Man arjûhu likulli khayrin, wa âmana sakhathahu ‘inda kulli syarrin. Yâ May yu’thil katsîra bil-qalîl. Yâ May yu’thî man sa-alahu. Yâ man yu’thî mal lam yas-alhu wa mal lam ya’rifhu tahannunan minhu wa rahmah, a’thinî bimas-alatî iyyâka jamî’a khayrad dun-yâ wa jamî’a khayral âkhirah, washrif ‘annî bimas-alatî iyyâka jamî’a syarrad dun-yâ wa syarral âkhirah, fainnahu ghayra manqûshin mâ a’thayta, wa zidnî min fadhlika yâ Karîm.
Wahai yang aku harapkan dari-Nya semua kebaikan, yang aku takutkan murka-Nya dalam setiap keburukan. Wahai Yang Memberi karunia yang banyak dalam amal yang sedikit. Wahai Yang Memberi karunia pada orang yang memohon. Wahai Yang Memberi karunia pada orang yang tidak memohon dan belum mengenal rahmat dan kasih sayang-Nya, karuniakan padaku apa yang kumohon pada-Mu semua kebaikan dunia dan semua kebaikan akhirat, dan selamatkan daku dengan permohonanku pada-Mu dari semua keburukan dunia dan keburukan akhirat. Karena tak akan berkurang apa yang telah Kau berikan, dan tambahkan padaku dari karunia-Mu wahai Yang Maha Mulia.
Amalan dan doa yang bersifat khusus Amalan dan doa ini banyak sekali, antara lain:
1. Membaca doa berikut pada malam pertama, khususnya ketika melihat bulan tanggal 1Rajab:
اَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَب وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا شَهْرَ رَمَضَانَ، واَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَحِفْظِ اللِّسَانِ، وَغَضِّ الْبَصَرِ، وَلاَ تَجْعَلْ حَظَّـنَا مِنْهُ الْجُوعَ وَالْعَطَشَ .
Allâhumma barik lana fi Rajab wa sya’ban, wa ballighnâ syahra Ramadhan, wa a’innâ ‘alâsh shiyâmi wal qiyâmi wa hifzhil lisân, wa ghadhdhal bashari, wa lâ taj’al hazhzhnâ minhul jû’a wal ‘athasy.
Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban, sampaikan kami pada bulan Ramadhan. Bantulah kami untuk melakukan puasa, qiyamul layl, menjaga lisan dan menjaga pandangan, dan jangan jadikan puasa kami hanya lapar dan dahaga.
2. Amalan malam Nishfu Rajab: Pertama: Mandi sunnah Kedua: Menghidupkan mala mini dengan ibadah. Ketiga: Ziarah kepada Imam Husein (sa) Keempat: Shalat sunnah enam rakaat, salam setiap dua rakaat Kelima: Shalat tiga puluh rakaat, salam setiap dua rakaat. Setiap rakaat sesudah Fatihah membaca surat Al-Ikhlash (10 kali). Shalat ini memiliki keutamaan yang sangat besar. Keenam: Shalat dua belas rakaat, salam setiap dua rakaat. Setiap rakaat sesudah Fatihah membaca surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, An-Nas dan Al-Qadar (4 kali). Sesudah membaca empat kali:
اَللهُ اَللهُ رَبّي لا اُشْرِكُ بِهِ شَيْئاً، وَلاَ اَتَّخِذُ مِنْ دُونِه وَلِيّاً، Allâhu Allâhu Rabbî lâ usyriku bihi syay-â, wa lâ attakhidzu min dûnihi waliyyâ. Allah, Allah Tuhanku, aku tidak mensekutukan sesuatu dengan-Nya, dan aku tidak menjadikan kekasih dan pemimpin selain-Nya.
kemudian mohonlah kepada Allah apa yang Anda inginkan, insya Allah diijabah. Amin Ya Rabbal ‘alamin.
Amalan dan doa pada malam Raghaib
اللهم صل على محمد النبي الأمي وعلى آله Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin an-nabiyyil ummiy wa ‘alâ âlihi Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad nabi yang ummi dan kepada keluarganya.
Kemudian sujud dan membaca: سبوح قدوس رب الملائكة والروح Subbûhun Quddûsun Rabbul malâikati war-rûh. Maha Suci dan Maha Quddus Tuhannya malaikat dan Ar-Ruh
Kemudian duduk kembali dan membaca 70 kali:
رب اغفر وارحم وتجاوز عما تعلم انك انت العلي الأعظم Rabbighfir warham wa tajâwaz ‘ammâ ta’lamu innaka Antal ‘Aliyyul ‘A’zham Tuhanku, ampuni daku, sayangi daku, dan hapuskan dosaku yang telah Engkau ketahui, sesungguhnya Engkau Maha Tinggi dan Maha Agung.
Kemudian sujud kembali dan membaca 70 kali:
سبوح قدوس رب الملائكة والروح Subbûhun Quddûsun Rabbul malâikati war-rûh. Maha Suci dan Maha Quddus Tuhannya malaikat dan Ar-Ruh
Kemudian tetap dalam kondidi sujud mohonlah hajat Anda kepada Allah swt, insya Allah dipenuhi oleh-Nya. Amin Ya Rabbal ‘alamin.
Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada seorang pun yang berpuasa pada hari Kami pertama bulan Rajab, kemudian melakukan shalat dua belas rakaat antara Maghrib dan Isya’. Kemudian shalat membaca shalawat kepadaku 70 kali, kemudian sujud dan membaca: Subbûhun Quddûsun Rabbul malâikati war-rûh. Kemudian duduk kembali dan membaca 70 kali: Rabbighfir warham wa tajâwaz ‘ammâ ta’lamu innaka Antal ‘Aliyyul ‘A’zham. Kemudian sujud kembali dan membaca sebagaimana bacaan yang pertama, kemudian memohon hajatnya kepada Allah dalam sujud, niscaya hajat ditunaikan oleh-Nya.” (Al-wasail 8: 98)
Rasulullah saw juga bersabda: “Demi Zat yang diriku dalam kekuasaan-Nya, tidaklah melakukan shalat ini seorang hamba kecuali diampuni semua dosanya walaupun seperti buih lautan, dan pada hari kiamat ia akan mendapat syafaat juga 700 keluarganya yang semestinya masuk ke dalam neraka.” (Al-wasail 8: 98).
Semoga doa dan amalan ini bermanfaat bagi kita dan keluarga kita semua, amin ya Rabbal ‘alamin.
Selain itu kita akan melakukan shalat hajat dan membaca doa-doa hajat dan perlindungan di malam yang mulia ini. Karena Rasulullah saw bersabda: “Jika berkumpul di suatu majlis empat puluh orang untuk menyampaikan doa dan permohonan kepada Allah, niscaya Allah mengijabahnya.” Wassalam.
"Malia Mam" <maliabust@yahoo.com> July 01 100 Persen Tak Lulus UN 100 Persen JujurShared by permission from Bapa Kapunten Azhar Rusli (one of my former Acheh KPLI student). Most mentioned are on acountability and the integrity of the educational system not only at Serambi Mekah state/country but to our own educational/training centers. Thank you, Bapak Kapunten Azhar Rusli
100 Persen Tak Lulus UN 100 Persen Jujur Oleh Dra. D. Kemalawati 1 July 2009, 09:48 Judul itu saya pilih bukan untuk membela SMPN1 Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, sebagaimana diberitakan harian ini (Sabtu, 27/06/ 2009) lalu, bahwa dari 30 siswa SMP tersebut yang ikut UN tak ada satu peserta pun yang lulus alias 100 persen tak lulus. Sungguh saya tak berhak mengklaim bahwa pelaksanaan UN di Sekolah itu sudah benar dengan tingkat kejujurannya 100 persen. Karena secara langsung saya tak terlibat di sana. Sebagai seorang guru yang mengajar mata pelajaran yang di UN-kan , secara tidak langsung saya mengakui kejujuran itu. Dan bila diinversikan berarti jika 100 persen lulus UN maka 100 persen tak jujur. Hal ini tentu akan mengundang polemik baru. Itu seperti iklan jeruk kok makan jeruk. Bicara kejujuran saat ini, kita memang harus hati-hati. Bisa saja kejujuran kita mengungkapkan sesuatu akan berakibat fatal seperti yang dialami seorang ibu rumah tangga, Prita Mulya Sari yang harus mendekam di penjara wanita Tangerang karena menulis surat elektronik yang isinya dituduh mencemarkan nama baik sebuah rumah sakit. Tetapi, apakah kehati-hatian yang menjurus apatis itu akan mengubah keadaan menjadi lebih baik, saya tidak yakin. Tapi setidaknya di negeri yang sedang melaksanakan syariat Islam ini kejujuran masih dijunjung tinggi oleh sebagian masyarakat dan masih ada yang berpihak pada orang-orang yang berusaha jujur.
Beberapa praktik kecurangan berskala besar terus-menerus dilakoni. Pelaksanaan pemilu bulan April lalu yang melibatkan hampir sebagian besar komponen masyarakat, praktik kecurangan seperti air bah tak terbendung. Intimidasi, jual beli suara yang biasa dipraktikkan oleh mereka yang tak beriman terjadi di negeri syariat Islam. Demikian juga di dunia pendidikan yang mestinya steril dari kemunafikan justru menjadi tempat generasi muda belajar kecurangan. Ya, meski kedengarannya sangat pahit, kenyataannya dunia pendidikan telah ternoda karena UN. Mengharap standar mutu pendidikan dapat terjamin dari adanya ujian nasional hanya untuk beberapa mata pelajaran justru telah membuat kita terjerumus dalam eforia kemunafikan. Persentase-persentase kelulusan yang dibanggakan sebagai suatu keberhasilan tak ubahnya seperti permen karet. Permukaannya manis tetapi isinya tak bisa ditelan menjadi makanan. Ya, hanya setipis manisan di permen karet itulah persentase lulusan kita yang bisa diandalkan. Nilai- nilai terpampang di SKHU sangat luar biasa. Sangat memalukan bagi guru-guru yang mengajar bidang studi yang di UN-kan. Ada siswa yang sehari-hari sulit memperoleh nilai 5, di SKHU bahkan mampu memperoleh nilai di atas sembilan. Apakah soal yang diberikan guru sehari-hari lebih sukar dari soal-soal UN. Beberapa teman guru matematika dilain kesempatan mencoba menyelesaikan soal UN tahun ini dengan waktu yang sama dengan siswa. Setelah dicek ulang mereka menemukan beberapa kesilapan dalam cara menyelesaikan soal dan walhasil beberapa jawabannya salah. Dengan demikian meski setiap tahun berkutat menyelesaikan soal-soal UN nilai guru itu tak juga sampai 10. Tetapi nilai matematika siswanya yang hanya berlatih sesaat ketika les bisa mendekati limit sempurna. luar biasa.
Dalam waktu dua jam, menjawab puluhan soal kalau tidak terlatih pasti hasilnya tidak akan memuaskan. Soal-soal formatif saja yang hanya satu pokok bahasan dan baru saja dipelajari belum tentu semua siswa mampu menjawab dengan tepat dan memperoleh hasil 10. Apalagi soal UN yang mencakup semua pokok bahasan dari kelas satu sampai dengan kelas tiga. Hal ini bisa dibuktikan dengan hasil try out. Soal-soal ketika try out biasanya tak jauh beda dari soal UN . Tapi hampir sebagian besar siswa calon peserta UN tak dapat menyelesaikan soal-soal try out itu dengan baik. Hingga tingkat kelulusan try out hanya berkisar 0 sampai 30 persen. Sesuatu yang luar biasa terjadi setiap Juni adalah eforia kelulusan mencapai 100 persen, eforia keberhasilan dengan nilai rata-rata 9. Jujurkah itu. Mestinya kita sadar kenapa pihak pemerintah memutuskan nilai kelulusan misalnya 3,5 bukan langsung 6 untuk matematika pada awal pelaksanaan UN beberapa tahun lalu, mereka tentu sudah melakukan penelitian tentang rata-rata kemampuan siswa menjawab benar adalah 10 soal. Lalu dengan adanya pengalaman dan perbaikan-perbaikan di sana-sini, nilai kelulusan dinaikkan lagi. Semua dilakukan bertahap bukan untuk mengkatrol kelulusan apalagi memperoleh nilai mendekati 10 seperti yang kita temui di SKHU siswa hari ini.
Seperti pernyataan Dr. Sofyan A. Gani dalam opininya (Gembira dalam Duka Menyambut Hasil UN, Serambi Indonesia, 27 Juni 2009), saya juga tak alergi dengan UN. Apalagi tujuan UN itu jelas untuk mengukur standar pendidikan secara nasional. Karena yang kita ketahui hingga hari ini apa yang dipelajari oleh siswa di tingkat pusat sama dengan apa yang dipelajari oleh siswa yang ada ditingkat daerah bahkan jauh di pelosok di daerah terpencil. Apa yang harus diajarkan oleh guru yang ada di pusat sama juga dengan apa yang harus diajarkan oleh guru di daerah terpencil, tanpa kecuali. Semua tertuang dalam kurikulum nasional yang berlaku di seluruh negeri ini. Yang sering kita lupa adalah kenyataan bahwa sekolah di daerah, apalagi daerah terpencil dengan sekolah di perkotaan sangat jauh berbeda seperti langit dan bumi. Simak saja, kasus SMPN1 Sungai Mas yang letaknya di pedalaman, jauh dari pusat kota meulaboh. 100 persen peserta UN yang tidak lulus memang dapat disebabkan oleh banyak factor. Setidaknya, menurut kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat, Drs Adami Umar ada tiga cara yang akan ditempuhnya agar kegagalan tahun ini tidak terulang ditahun berikutnya, yaitu : dengan penempatan guru secara penuh, melakukan pengawasan yang kontinyu oleh pengawas sekolah serta penambahan sarana dan prasarana penunjang pendidikan. Jelas, faktor kegagalan UN di SMPN1 Sungai Mas menurut kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat adalah masalah kurangnya guru ( tidak dijelaskan apakah guru yang mengajar mata pelajaran UN juga tak ada), kurangnya pengawasan oleh pengawas sekolah, dan kurangnya sarana dan prasarana penunjang pendidikan. Kurangnya guru sangat mempengaruhi aktifitas belajar mengajar. Sedangkan setiap kali terjadinya aktifitas belajar mengajar juga belum tentu satu pokok bahasan yang ditargetkan di kurikulum akan tercapai.
Apakah tanpa bimbingan guru, meskipun kurang kompeten, para siswa siap untuk menjawab soal-soal UN yang dari tahun ke tahun tetap mengacu pada pokok bahasan yang telah diajarkan selama 6 semester atau materi dari kelas satu sampai dengan kelas tiga. Bayangkan saja, untuk pelajaran yang berjenjang seperti Matematika, bila siswa belum paham operasi bilangan riil apapun pokok bahasan yang akan dilanjutkan pasti akan mengalami kendala. Mau mencari peluang suatu kejadian pasti tidak akan berhasil bila siswa tidak bisa mengalikan bilangan pecahan dan sebagainya. Lain lagi dengan bahasa inggris, selain ujian tiori juga ada listeningnya. Bisakah para siswa kita mendengar dengan baik tanpa latihan mendengar dialek yang membaca narasi maupun percakapan dalam bahasa inggris tanpa bimbingan guru bahasa Inggris yang kompeten. Demikian juga pelajaran bahasa Indonesia. Di daerah pedalaman tertentu bahkan berbicara bahasa Indonesia saja mereka tak pasif bagaimana lagi menjawab soal-soal UN dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Menyamaratakan soal UN antara sekolah yang ada di perkotaan yang punya fasilitas lengkap, semua kebutuhan bahan ajar terpenuhi dan yang lebih utama adalah kesadaran masyarakatnya atas kebutuhan pendidikan sudah sangat baik dengan sekolah di pedalaman tanpa guru yang selalu mendampingi siswa, tanpa bahan ajar yang memadai, kemampuan ekonomi masyarakat yang sangat memprihatinkan, sungguh suatu hal yang miris. Bagi saya, bila di sekolah itu tak ada guru yang mengajarkan mata pelajaran yang di UN-kan, tidak pernah dilatih siswanya untuk menyelesaikan soal-soal bahkan tidak pernah di try out, maka 100 persen tidak lulus adalah sebuah kejujuran yang perlu dihargai sebagai sebuah pelajaran berharga. Yang kita pertanyakan dengan kondisi yang sama, dan mungkin jauh terpencil dari Sungai Mas, apakah bisa kita percaya bila ada sekolah yang mampu meluluskan siswanya 100 persen. Demikian juga hal nya sekolah-sekolah di perkotaan yang sekarang bisa meluluskan siswanya hingga 100 persen bahkan dengan nilai-nilai yang fantastis, jujurkah mereka? * Penulis adalah Guru Bidang Studi Matematika SMK, Banda Aceh. June 26 Renungan - Kisah & TeladanKisah lelaki tua dengan 3 anaknya Di sebuah kampung tinggal seorang lelaki tua yang sudah bertahun-tahun kematian isteri. Dengan arwah isterinya itu dulu dia dikurniakan tiga orang anak lelaki.
"Malia Mam" <maliabust@yahoo.com> Air Wudhu ~ ResendAIR WUDHU
1. Ketika berkumur, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah,ampunilah dosa mulut dan lidahku ini". Penjelasan nombor 1: Kita hari-hari bercakap benda-benda yang tak berfaedah. 2. Ketika membasuh muka, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, putihkanlah muka ku di akhirat kelak, Janganlah Kau hitamkan muka ku ini". Penjelasan nombor 2: Ahli syurga mukanya putih berseri-seri. 3. Ketika membasuh tangan kanan , berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, berikanlah hisab-hisab ku ditangan kanan ku ini". Penjelasan nombor 3: Ahli syurga diberikanhisab-hisabnya di tangan kanan . 4. Ketika membasuh tangan kiri, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, janganlah Kau berikan hisab-hisab ku di tangan kiri ku ini". Penjelasan nombor 4: Ahli neraka diberikan hisab-hisabnya di tangan kiri. 5. Ketika membasuh kepala , berniatlah kamu dengan,"Ya Allah, lindunganlah daku dari terik matahari di padang Masyar dengan Arasy Mu". Penjelasan nombor 5: Panas di Padang Masyar macam matahari sejengkal di atas kepala. 6. Ketika membasuh telinga, berniatlah kamu dengan,"Ya Allah, ampunilah dosa telinga ku ini" Penjelasan nombor 6: Hari-hari mendengar orang mengumpat, memfitnah dll. 7. Ketika membasuh kaki kanan, berniatlah kamu dengan."Ya Allah, permudahkanlah aku melintasi titian Siratul Mustaqqim". Penjelasan nombor 7: Ahli syurga melintasi titian dengan pantas sekali. 8. Ketika membasuh kaki kiri, berniatlah kamu dengan,"Ya, Allah, bawakanlah daku pergi ke masjid-masjid, surau-surau dan bukan tempat-tempat maksiat" Penjelasan nombor 8: Qada' dan Qadar kita di tangan Allah. "Malia Mam" <maliabust@yahoo.com> |
|
|||||||||||
|
|